Logo IPI  
Journal > JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA > Dampak Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Limpasan Permukaan Dan Laju Aliran Puncak Sub DAS Gajahwong Hulu-Kabupaten Sleman

 

Full Text PDF (1,021 kb)
JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA
Vol 12, No 2 (2016): JPWK Volume 12 No 2 Juni 2016
Dampak Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Limpasan Permukaan Dan Laju Aliran Puncak Sub DAS Gajahwong Hulu-Kabupaten Sleman
Article Info   ABSTRACT
Published date:
29 Dec 2016
 
Wilayah Sub DAS Gajahwong Hulu, Kabupaten Sleman termasuk Kawasan Aglomerasi Perkotaan Yogyakarta dan daerah pengembangan kepariwisataan yang memanfaatkan keindahan lereng Gunung Merapi serta dukungan aksesibilitas (jalur Solo-Magelang-Semarang); kondisi ini diasumsikan menjadi penyebab terjadinya perubahan penggunaan lahan yang diikuti dengan penyusutan lahan vegetasi. Penyusutan lahan vegetasi mengakibatkan pengurangan daerah resapan air sehingga mengganggu fungsi hidrologi Sub DAS ini. Salah satu indikasinya ialah peningkatan debit banjir yang dapat dilihat dari perubahan limpasan permukaan dan laju aliran puncaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak perubahan penggunaan lahan terhadap limpasan permukaan dan laju aliran puncak di Sub DAS Gajahwong Hulu menggunakan metode kuantitatif, terdiri dari analisis spasial dan matematis dengan metode SCS dan Rasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan di Sub DAS Gajahwong hulu berdampak pada peningkatan limpasan permukaan dan laju aliran puncak di wilayah tersebut. Limpasan permukaan di Sub DAS Gajahwong hulu pada tahun 2002 sebesar 3,073 mm dengan laju aliran puncak sebesar 98,02 m³/detik meningkat menjadi 3,901 mm dengan laju aliran puncaknya sebesar 101,65 m³/detik pada tahun 2011. Perubahan penggunaan lahan yang terjadi cenderung ke penggunaan lahan terbangun yang diikuti dengan penyusutan vegetasi. Analisis alternatif upaya penanganan limpasan permukaan dan laju aliran puncak di Sub DAS Gajahwong hulu menunjukkan bahwa cara kombinasi dengan menggabungkan pembangunan Ruang Terbuka Hijau dengan penerapan teknologi konservasi air (Biopori dan Sumur Resapan) dapat menurunkan limpasan permukaan dan laju aliran puncak.
Copyrights © 2016