Logo IPI  
Journal > JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA > Penggunaan Jalur Pejalan Kaki Di Koridor Jalan Pahlawan Dan Jalan Pemuda Kota Semarang Oleh Masyarakat Difabel

 

Full Text PDF (850 kb)
JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA
Vol 12, No 3 (2016): JPWK Volume 12 No 3 Sepetember 2016
Penggunaan Jalur Pejalan Kaki Di Koridor Jalan Pahlawan Dan Jalan Pemuda Kota Semarang Oleh Masyarakat Difabel
Article Info   ABSTRACT
Published date:
29 Dec 2016
 
Jalan Pahlawan dan Jalan Pemuda belum lama ini telah mengalami perbaikan yang signifikan dalam memperbaiki kualitas ruang publiknya khususnya jalur pejalan kaki. Perbaikan yang cukup signifikan  itu  ditujukan  oleh  pemerintah  Kota  Semarang  agar  semua  golongan  masyarakat  da pat menggunakan dengan lebih nyaman dan aman, akan tetapi kenyataannya jalur pejalan kaki di kedua koridor tersebut masih jarang terlihat dipergunakan oleh masyarakat difabel. Metode penelitian menggunakan metode penelitian deduktif dengan teknik analisis kualitatif deskriptif. Teknik ini dilakukan dengan mengomentari kelayakan elemen-elemen yang terdapat di jalur pejalan kaki berdasarkan literatur dan persepsi masyarakat difabel. Berdasarkan ka jian literatur yang merujuk pada permasalahan di lapangan maka diperoleh variabel penelitian yang terbagi menjadi dua fokus pengamatan yakni variabel jalur pejalan kaki dan variabel persepsi masyarakat difabel. Untuk masyarakat difabel yang dipilih yakni tuna daksa, tuna netra, tuna rungu wicara dan lansia dengan ukuran persepsi meliputi kenyamanan, kemudahan, keselamatan, pencapaian, kegunaan, kepekaan dan kemandirian. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh diketahui bahwa kedua jalur pejalan kaki yakni di Jalan Pahlawan dan Pemuda belum dapat dikatakan layak bagi difabel dikarenakan minimnya kualitas kedua jalur pejalan kaki tersebut. Selain itu juga diketahui bahwa terdapat faktor eksternal dan internal yang mendominasi minimnya jumlah masyarakat difabel mulai dari kondisi jalur pejalan kaki, motivasi atau keinginan sendiri, usia serta ketersediaan transportasi. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan perbaikan di kedua jalur pejalan kaki tersebut guna meningkatkan kualitas penggunaannya bagi masyarakat difabel.
Copyrights © 2016